September 24th, 2008 by rethar
langkah pongah senja ini
iringi madah sang pengembara
secepat mata menangkap senyap
sembari dengar tutur tak beruntun
di sisi jalan tak bertuan ini
terlintas seribu satu tanya
berebut jawab tak beranjak pergi
hinggapi sang imagi berlumur durja
langkah ini takkan terhenti
oleh semu sang senja
oleh terjal sang masa
oleh kabut sang kelam
KARENA aku masih milik-MU!
Posted in Uncategorized | No Comments »
September 23rd, 2008 by rethar
Maafkan asa yang tak usai
Berlumur hasrat yang terkulai
Aku berhenti mengejar sang pagi
Lelahku tak tertahankan lagi
Aku ingin melihatmu kembali
Di atas mesbah sang khalik
Lantunkan kata dan nazar penuh makna
dalam balutan jubah putih
di atas mezbah ini
Aku ingin engkau kembali
Kepada Dia yang kau abdi
Bersaksi tentang kasihNya yang tak terbatas
(Terima kasih Tuhan… janjiMu seperti fajar pagi hari)
Posted in Uncategorized | No Comments »
August 25th, 2008 by rethar
Beginilah kira-kira seorang dokter cinta amatiran mencoba mendeskripsikan cinta!
“Kalau aku jatuh cinta pada seseorang, pertama harus aku sadari perasaan itu sampai pada kesimpulan “OK aku jatuh cinta, it’s OK to fall in love”.
Tidak mudah karena sebagian orang bahkan sulit mengungkapkan
perasaannya sendiri. Pasti kamu tahu rasanya seperti apa orang yang
sedang fall in love. Membenci dan mencinta itu bedanya tipis banget. Dalam keduanya rasio seringkali dikesampingkan sementara feeling lebih banyak berbicara. Selanjutnya ada proses discerment, menimbang-nimbang tentang bagaimana aku memanage this feeling. Aku punya pengalaman unik. Demi sebuah pembebasan, aku pernah ngomong jujur kepada seseorang kalau aku suka sama dia. Aku suka karena ada yang unik dalam diri dia yang connect
dengan aku. Aku sudah antisipasi beberapa kemungkinan, aku tidak mau
gegabah, misalnya tidak penting bagi aku untuk menunggu jawaban
darinya, bahkan aku sempat berpikir “Jangan katakan kalau kamu punya
perasaan yang sama, aku hanya ingin engkau tahu”. Aku sudah punya
komitmen! Sebuah syair lagu membuatnya tampak lebih romantis
“ijinkanlah aku mencintaimu”. Kata-kata itu penuh kekuatan melebihi
pedang. Dan…. benar, dia akhirnya menjadi teman paling dekatku. Ketika
aku mengatakan cinta kepadanya aku telah “telanjang” (wuih…vulnerable)
di hadapannya. Oh….sebuah kejujuran dan pengakuan yang mengejutkan.
Bisa saja ia menceritakan kepada orang lain sebagai bagian dari
popularitasnya tetapi ternyata tidak demikian yang terjadi.
Ehm….aku tidak mau terjebak dalam definisi cinta. Juga kategori eros, filia dan agape. Itu kan kategori cinta dalam tradisi filsafat Yunani yang sulit diberlakukan
secara universal. Panggilan moral mengantar kita untuk memasuki cinta filia dan agape. Komunitas mengajari kita untuk mencinta dalam level itu. Tapi eros
meamng misteri. Semakin aku mencoba mendiscripsikan cinta semakin aku
merasa bahwa lebih banyak hal yang tidak termuat dalam deskripsi itu.
Tidak ada satu pun dari kita yang bisa mengklaim bahwa hanya sekali
jatuh cinta, sekali untuk selamanya kepada pasangan kita. Cinta itu
mengejutkan, datang tanpa dikehendaki. Yang terpenting kemudian
bagaimana kita menyadari kehadirannya yang mengejutan itu. Aku tidak
tahu bagaimana menjelaskan secara psikologis kenyataan bahwa ada sekian
orang yang bisa mencintai seseorang sedemikian lama meskipun tanpa
harapan: maksudnya cinta bertepuk tangan sebelah. Kebanyakan lelaki
akan melakukan segalanya demi jantung hatinya. Tetapi perempuan
seringkali lebih dari lelaki, nekat kalau boleh dikata. Mungkin inilah
yang disebut cinta buta atau cinta mati. Membanjiri dengan email,
telepon, hadiah atau kata-kata indah tentu mengganggu bagi sebagian
orang apalagi di tengah kesibukan belajar. Sampai kata sempat keluar
“kalau kamu cinta aku biarkan aku berkembang”.
Pengalaman
jatuh cinta adalah pengalaman dasar manusia. Kadang cinta seperti
itulah yang tidak masuk dalam deskripsi. Kita punya rasio yang bisa
memurnikan cinta itu sendiri, bukan sekadar cinta buta.
bagimerekayangsedangjatuhcinta
Posted in Uncategorized | 1 Comment »
June 5th, 2008 by rethar
Engkau memang luar biasa!
Aku tidak akan menyesal menyusuri
jalan ini bersamamu. Aku tidak akan pernah menyesal akan keraguan metodisku
dimasa lampau yang mengurung engkau dalam sangkar besi rasio ala Descartes. Aku
tidak akan pernah menyesal mengkategorikan engkau dalam dunia ide, menempatkan
engkau jauh di atas sana dalam dualisme Plato. Aku tidak akan pernah menyesal
membicarakanmu kembali dalam aliran potensi-actus ala Aristoteles. Aku tidak
akan pernah menyesal membelamu mati-matian dalam quinque vie ala
Aquinas.
Engkau memang luar biasa!
Maafkan aku yang telah memanipulasimu
dalam diksi-diksi kosong! Maafkan aku yang telah mengabaikan sapamu karena
egoku! Maafkan aku yang telah percaya pada berhala dan nabi palsu!
Engkau memang luar biasa!
Aku merindukan kembali bincang kita
tentang arti hidup, tentang kebahagiaan, tentang penderitaan, tentang
irasionalitas dunia, tentang tipu muslihat, dan tentang remeh temeh keseharian.
Posted in Uncategorized | No Comments »
April 23rd, 2008 by rethar
Saat yang kunanti adalah saat aku kembali kebermulaan saat mengagumi misteri kejadianku. Tidak
terasa waktu berlalu dan aku pun larut dalam keberlaluan itu. Ada
saat-saat mencengangkan ketika kejutan-kejutan terjadi bak rentetan
skenario tak bertuan. Ada saat-saat sendu ketika peristiwa-peristiwa
berlalu lepas dari pemaknaan. Semuanya berbaur dalam ketegangan abadi.
Inilah seni hidup ketika aku berdiri tegak di antara realitas
paradoksal.
Saat-saat
seperti ini aku ingat kembali akan sebuah mimpi. Mimpi akan sebuah
hidup dalam kebermaknaan di mana sengsara lenyap dan surga menjadi
nyata. Aku suka bermimpi akan Dia yang datang dalam segala
kebesaran-Nya dan menghapuskan segala derita dunia. Dia hadir dalam
cakap solilokui, dalam bisik lembut! “Engkau akan menjadi duta-KU”.
Pikirku mengembara ke kisah sang Krisna dalam Bagavad Gita “Mungkinkah
engkau mengutusku sebagai duta untuk meyakinkan bahwa dunia adalah
tempat berpentas? Atau menyakinkan sang Arjuna tentang dharma?” IA
tidak pernah menjawabnya!
Saat-saat
seperti ini aku ingat kembali kategori pikirku tempat aku memasukkan
persepsi dan pemahamanku. Ibarat bejana di sanalah aku mengurung Dia,
Dia yang selalu lepas dari pikirku. Aku
sempat meragukan-Mu, sempat berpikir membuang-Mu dan menggantikannya
dengan Marxisme. Yah aku lelah ! Engkau telah membuatku lelah dan saat
itulah aku temukan Engkau jauh melampaui kategori pikirku. EUREKA !
Engkau ADA !
Saat-saat seperti ini aku ingat kembali akan misteri kejadianku saat Kau adakan aku dari ketiadaan !
Terima kasih TUHAN !
Posted in Uncategorized | No Comments »
February 25th, 2008 by rethar
Kala sepi kembali menghantuimu,
kembalilah pada satu kata sang lelaki hujan
Kata yang terangkai di saat gerimis hujan, di saat dingin menyeruak
"Aku ada di sini"
Gerimisku tak lagi lenyapkan rindumu
Kuyupku tak lagi padamkan hasratmu
Hadirku pun tak lagi lenyapkan sepimu
Karena engkau tetaplah sang perempuan badai
tapi tengoklah aku sang lelaki hujan
akankah aku menjadi sosok tak berbentuk
tercipta hanya dalam anganmu
menjadi aksesori di saat sepimu?
Hapus saja jejakku hai perempuan badai
litanimu tak mampu panggil aku kembali!
Posted in Uncategorized | No Comments »
January 28th, 2008 by rethar
Aku percaya pada mimpi! Bagiku mimpi adalah sebuah kesengajaan, tercipta karena sang subyek merindukannya, tercipta karena kenyataan bukanlah seonggok obyek tak bernyawa. Akulah sang subyek berhadap-hadapan dengan realitas, memberinya makna dan memperlakukannya sebagai bagian dari sang aku. "Aku akan bermimpi" janjiku suatu ketika! Yah….aku akan bermimpi tentang kerinduanku. Realitas adalah nada dan mimpi adalah irama. Bila keduanya beriringan, hidupku jadi bermakna.
Jangan berhenti bermimpi!
Posted in Uncategorized | No Comments »
January 19th, 2008 by rethar
Kalau ditanya orang seperti apakah yang paling kamu benci? Ehm…..aku benci orang yang sombong! Mungkin saja aku salah menilai orang, artinya penilaianku hanya berdasarkan data-data luar yang kasat mata lalu mengintepretasikannya dan jadilah sebuah kesimpulan (untuk tidak mengatakan penghakiman). Yah….orang sombong biasanya suka meremehkan dan merendahkan orang lain seolah-olah orang lain hanyalah arca yang tak bernyawa. Kehadiran orang lain pun dianggap tidak memiliki pengaruh apa-apa selain memenuhi ruang yang seharusnya menjadi ruangku.
Posted in Uncategorized | No Comments »
December 28th, 2007 by rethar
Il giorno dopo natale, io sono impegnato con la ritirata. Mi rendo conto che il tempo passa veloce. Nuovo anno è vicino. Ho bisogno di mettere in pausa per un po ‘e riflettere su ciò che ho fatto finora. Sono stato impegnato con la mia attività. Io non addirittura contare quanto tempo mi passano per la riflessione. Vorrei rendere grazie al Signore per la sua meravigliosa opere, per il suo orientamento e benedizioni nella mia vita! Yes, I am in charge of myself, not to lose the spirit and get ready with a new beginning. Stay awake!
Posted in Uncategorized | No Comments »
December 26th, 2007 by rethar
Buon Natale e Felice Anno Nuovo 2008. Questo è un nuovo inizio della nostra fede di credere in Gesù Cristo, nostro salvatore. Ho celebrato il Natale in St. Therese China Town. Wow…e ’stata grande festa. In primo luogo, vi è stata una cucina "competition" (Group Indo vs Chinese Community…yah….kita kalah). Sono stati tre gruppi che hanno gareggiato in questo evento. Essi hanno anche nella preparazione dei cibi. Sono davvero ammirato il terzo gruppo, quattro giovani uomini uniti per cucinare. Hanno perso, ma come ci ha dimostrato di essere persone buone. Dopo aver mangiato insieme avevamo la santa messa. "It was a nice mass" con un buon cori. Come ho detto mi manca la mia celebrazione, in Indonesia. Ho usato molto di avere una festa per natale. Sono stato in comunità con tanti amici. Abbiamo preparato la celebrazione insieme. La mia preghiera di oggi: "Dio vi ringrazio per essere qui con noi nelle nostre vite. Essere sempre con noi. Ci accompagnano nel nostro cammino e non andiamo perdizione. Tu sei il mio Dio, ora e sempre! And may the light of Christmas transform our lives!
Posted in Uncategorized | No Comments »